WhatsApp

8 Tips Memilih Jasa Desain Interior Komersial yang Tepat untuk Bisnis 

Mengetahui tips memilih jasa desain interior sangatlah penting, mengingat riset mengungkap bahwa desain interior, bersama kualitas produk dan layanan, memengaruhi kepuasan pelanggan hingga 61,8%.[1]

Artinya, lingkungan fisik adalah bagian integral dari produk atau layanan itu sendiri.

Maka dari itu pemilihan desainer tidak boleh asal-asalan, sebab salah pilih desainer bukanlah kesalahan kecil. Berikut panduan lengkapnya.

Kenapa Penting Memilih Jasa Desain Interior yang Tepat?

jasa desain interior adalah

Resepsionis hotel menyambut tamu

Dalam proyek ruang komersial, memilih jasa interior yang tepat sangat diperlukan. Hal ini karena keputusan desain berdampak pada fungsi ruang, efisiensi, aktivitas, serta perilaku pengguna.[2][3] 

Baik untuk ritel maupun interior kantor, kebutuhan ruang bisnis jauh lebih kompleks daripada ruang residensial. Pasalnya, ada perhitungan arus pelanggan, kapasitas layanan, ergonomi staf, keamanan, serta efek psikologis terhadap keputusan dan kenyamanan pengguna ruang tersebut.

Maka dari itu, jasa desain interior adalah mitra penting yang memastikan:

  • Layout yang mengoptimalkan sirkulasi dan operasional,
  • Branding dan atmosfer yang konsisten dengan identitas bisnis,
  • Efisiensi biaya melalui pemilihan material yang tepat guna, dan
  • Kepatuhan pada standar teknis dan regulasi bangunan.

Di sisi lain, kesalahan dalam tahap awal (tak terkecuali pada desain interior kantor atau ruang komersial lain) dapat mengundang segudang bencana, seperti yang akan dibahas di bawah nanti.

Cara dan Tips Memilih Jasa Desain Interior Komersial

desain interior komersial
Pria berkacamata berbicara di telepon sambil menatap laptop

Jelas sudah bahwa setiap keputusan desain dalam ruang komersial selalu membawa dampak langsung pada pengalaman pengguna dan performa bisnis. Itulah sebabnya pemilihan tenaga profesional tidak boleh Anda lakukan secara terburu-buru.

Berikut tips memilih jasa interior yang dapat Anda ikuti, dirangkum HOIRe dari praktik terbaik yang kami terapkan di setiap proyek.

1. Pahami Kebutuhan dan Tipe Ruang Komersial

Sebelum bicara konsep, Anda perlu merumuskan dengan jelas kebutuhan ruang secara menyeluruh. Tentukan target bisnis, intensitas penggunaan, karakter pengunjung, hingga durasi operasional harian. Detail ini akan menjadi brief yang solid.

Dengan gambaran yang lengkap, Anda bisa menilai apakah gaya dan metode kerja desainer sesuai kebutuhan. Dengan begitu, hasil akhirnya dapat berjalan searah dengan tujuan komersial.

Dalam konteks retail interior design, misalnya, tahap pemetaan kebutuhan seperti ini menjadi penentu keberhasilan desain bisnis Anda sejak awal.

2. Cek Kecocokan Pengalaman Desainer dengan Sektor

Relevansi pengalaman adalah kunci. Setiap sektor (retail, office, hingga F&B) punya kebutuhan ruang tersendiri, yang dipengaruhi oleh penggunaan serta berbagai ketentuan operasional dan teknis yang menyertai.

Karena itu, mintalah portofolio yang benar-benar relevan dengan bidang usaha Anda. Dari sana, Anda bisa menilai apakah desainer memahami tantangan khas sektor tersebut dan layak menjadi partner jasa desain interior profesional untuk proyek Anda.

3. Evaluasi Workflow Desainer

Salah satu indikator kualitas desainer adalah kejelasan workflow-nya, dan inilah konteks praktis untuk memahami bagaimana cara memilih desainer interior.

Studio yang profesional menerapkan tahapan sistematis:

  • Riset
  • Konsep
  • Layout
  • 3D
  • Gambar teknis
  • Tender
  • Pengawasan implementasi

Sebaliknya, workflow yang tidak jelas berpotensi memicu revisi dan biaya ekstra, dan kualitas akhir pun bisa ikut terpengaruh.

4. Periksa Pemahaman Teknis

Estetika saja tidak cukup untuk ruang komersial. Dengan kata lain, desainer harus menguasai aspek teknis seperti MEP (Mechanical, Electrical, and Plumbing), karakter material, dan standar bangunan.

Tak hanya itu, desainer perlu mampu berkoordinasi dengan kontraktor, vendor MEP, dan berbagai konsultan terkait. Dengan koordinasi tersebut, eksekusi desain dapat diwujudkan secara akurat sambil tetap mengedepankan keamanan dan efisiensi.

5. Tanyakan Soal Estimasi Anggaran dan Transparansi Biaya

Sementara itu, diskusi anggaran sebaiknya mencakup penjelasan lengkap mengenai:

  • Design fee
  • Biaya pengawasan
  • Revisi
  • Potensi biaya tambahan

Mengajukan pertanyaan seperti berapa harga interior designer memberi gambaran apakah pendekatan desainer sesuai pasar.

Sebaliknya, waspadai penawaran jasa desain interior murah yang tidak memaparkan workflow secara jelas. Kondisi seperti ini kerap berujung pada detail teknis yang terabaikan atau rework yang menguras biaya.

6. Verifikasi Kemampuan Membaca Data Pengguna dan Konteks Ruang

Sementara itu, desainer profesional tidak hanya mengandalkan intuisi, tetapi juga memanfaatkan data pengguna dan konteks ruang. Desainer dapat menganalisis pola pergerakan, perilaku pelanggan, hingga preferensi staf melalui riset atau observasi.

Pendekatan berbasis data ini berperan besar di sektor retail, F&B, dan perkantoran. Pasalnya, keputusan desain yang diambil berdampak langsung pada efisiensi operasional dan pengalaman pengguna, yang pada akhirnya berpengaruh juga pada kinerja komersial.

7. Perhatikan Komunikasi dan Kemampuan Problem-Solving

Adapun komunikasi desainer yang baik berpengaruh besar terhadap keberhasilan proyek. Oleh sebab itu, perhatikan cara desainer menjelaskan opsi material serta merekomendasikan vendor yang sesuai.

Di sisi lain, kemampuan menyelesaikan masalah, terlebih dalam menghadapi perubahan kondisi di lapangan, menjadi tanda profesionalisme yang mendukung terwujudnya desain dengan tetap menjaga fungsi serta anggaran.

8. Minta Studi Kasus atau Proyek yang Menunjukkan Dampak Desain

Adapun studi kasus memberi gambaran konkret tentang kualitas keputusan desain. Pasalnya, portofolio yang berisi proyek nyata menunjukkan cara berpikir, ketelitian, dan hasil akhir karya seorang desainer, bukan sekadar konsep teoretis.

Karena itu, minta contoh proyek yang menunjukkan before-after, misalnya peningkatan efisiensi operasional atau perbaikan kenyamanan pengguna.

Di sektor retail atau F&B, khususnya, studi kasus yang menunjukkan peningkatan customer engagement bisa menjadi indikator kuat bahwa desain telah mencapai hasil yang diharapkan.

Perbedaan Jasa Desain Interior Biasa vs Komersial

desain interior komersial
Desain ruang komersial untuk brand “Skintific” oleh HOIRe

Perbedaan antara interior residensial dan komersial cukup fundamental. Inilah mengapa Anda perlu selektif memilih desainer interior, yang berarti tidak serta-merta menggunakan jasa desainer residensial untuk ruang komersial ataupun sebaliknya.

Pada proyek rumah, penekanan utama terletak pada kenyamanan dan preferensi personal pemilik. Oleh sebab itu, desain lebih mudah disesuaikan, dan standar teknis cenderung tidak serumit ruang publik. Sebaliknya, proyek komersial menuntut pendekatan yang jauh lebih fungsional. 

Dengan kata lain, desainer harus mampu memahami:

  • Alur operasional bisnis,
  • Aspek ergonomi bagi staf atau pengguna, dan
  • Perilaku serta pengalaman pelanggan (baik untuk interior hospitality maupun sektor lain).

Intinya, ruang komersial membutuhkan desainer yang mampu berpikir sistemik (mempertimbangkan keseluruhan elemen, alur kerja, dan tujuan bisnis sebagai satu kesatuan), tidak hanya mementingkan aspek visual.

Kesalahan yang Sering Terjadi saat Memilih Jasa Interior

memilih desain interior
Dua rekan kerja wanita berdiskusi sambil melihat laptop

Sebelum membahas kesalahan-kesalahan umum, pahami dulu bahwa keputusan Anda dalam memilih desain interior tidak bisa hanya berdasarkan selera pribadi. Lebih dari itu, ini adalah investasi bisnis yang dampaknya akan Anda rasakan bertahun-tahun ke depan.

Sayangnya, banyak kesalahan terjadi karena aspek-aspek ini terabaikan:

  • Memilih Berdasarkan Harga Termurah: Sering berujung pada desain generik dan risiko rework tinggi.
  • Tidak Mengecek Portofolio Sektor Terkait: Desainer F&B belum tentu memahami workflow kantor atau retail, dan desainer kantor atau retail pun tidak selalu paham bidang F&B.
  • Brief Tidak Rinci: Tanpa tujuan bisnis, arah desain mudah melenceng.
  • Aspek Teknis dan Koordinasi Terabaikan: Kendala besar sering muncul di tahap konstruksi jika desainer tidak terbiasa bekerja dengan vendor atau tim MEP.
  • Fokus Berlebihan pada Estetika: Padahal ruang komersial harus mengutamakan fungsi dan pengembalian investasi, tidak cuma tampilan yang menarik.

Kenapa HOIRe?

jasa desain kantor
Desain interior kantor VINDES oleh HOIRe

Banyak pemilik bisnis menjadikan HOIRe sebagai acuan profesional, khususnya dalam mempertimbangkan jasa desain kantor atau sektor lainnya. 

Alasannya:

  • Pendekatan dimulai dengan riset, observasi, dan analisis kebutuhan ruang,
  • Fokus pada fungsi, efisiensi, dan brand experience,
  • Pengalaman lintas sektor: retail, F&B, office, hospitality,
  • Terlatih membaca data user flow, pola kerja, serta aspek teknis seperti MEP dan material, dan
  • Membimbing klien memandang desain sebagai investasi strategis lewat berbagai tips interior design yang bernilai tambah.

Nah, menyimak tips memilih jasa desain interior di atas saja tidak cukup. Segera praktikkan dengan menggandeng desainer interior terbaik untuk bisnis Anda.

Konsultasikan kebutuhan desain interior ruang komersial Anda dengan HOIRe untuk hasil yang fungsional, estetis, dan sesuai kebutuhan operasional bisnis Anda.

Bagaimana cara memilih jasa desain interior yang tepat?

Harus relevan dengan sektor bisnis, cek portofolio, workflow, kemampuan teknis, komunikasi, dan penggunaan data untuk keputusan desain.

Apa saja yang harus dicek sebelum memilih desainer interior?

Pengalaman sesuai sektor, proses kerja, pemahaman teknis (MEP, material), transparansi biaya, kemampuan problem-solving, serta studi kasus proyek sebelumnya.

Apa bedanya desainer interior biasa dan desainer interior komersial?

Desainer interior pada umumnya fokus pada estetika dan kenyamanan personal, sedangkan desainer interior komersial fokus pada fungsi, operasional, ergonomi, standar teknis, dan ROI bisnis.

Berapa biaya jasa desain interior komersial?

Bervariasi. Tanyakan estimasi jelas dan transparan, hindari penawaran murah tanpa penjelasan.

Apa risiko salah memilih jasa desain interior?

Rework mahal, desain tidak sesuai fungsi, miskomunikasi, gangguan operasional, dan investasi tidak optimal.

Apakah perlu melihat portofolio?

Ya, utamakan pengalaman spesifik yang sesuai sektor Anda guna menilai mutu dan kecocokan.

Referensi:

https://www.coohom.com/article/how-to-choose-the-right-commercial-interior-designer-for-your-business

https://www.coohom.com/article/5-tips-for-hiring-the-right-commercial-interior-designer

https://www.benahin.id/jurnal/interior/tips-memilih-jasa-desain-interior-dan-furniture-custom-profesional/

https://masterumah.id/blog/jasa-desain-interior-terbaik

Sumber:

  1. https://jurnal.umb.ac.id/index.php/jamekis/article/view/3103
  2. https://journal.isi.ac.id/index.php/lintas/article/view/15116/0 
  3. https://journals.stmjournals.com/ijudd/article%3D2024/view%3D192903/ 

Let’s Elevate Your Business

8 Tips Memilih Jasa Desain Interior Komersial yang Tepat untuk Bisnis